Pola pikir juga mempengaruhi cita-cita dan impian seseorang dan Pola pikir yang sudah tertanam dari kecil akan terus tumbuh sampai dewasa, oleh karena itu kita harus hati-hati mengajarkan anak ataupun adik kita yang msih kecil jangan sampai ia mempunyai pola pikir yang salah yang dapat menjerumuskan dirinya sendiri. juga bagi kita para remaja, mulailah untuk membentuk pola pikir kita, mulailah bercita-cita yang tinggi bukan mustahil hal itu kita capai semuanya dapat kita capai karena kita "Manusia, kita Muda, dan kita Bisa" hal itu yang saya tanamkan pada diri saya yang membuat diri saya selalu bersemangat.
Percayalah apa yang kita fikirkan itu yang akan terjadi, contoh : jika kita selalu berfikir jika dewasa hanya mampu menjadi pegawai kita pasti hanya menjadi pegawai, berfikirlah lebih dinamis dan bercita-citalah setinggi mungkin dan tanamkan kita pasti dapat meraihnya dan akan SUKSES.
LJF 165 mulai mengembangkan sayapnya, setelah sukses menteraphy anak-anak remaja masjid dan memotivasinya. akhirnya LJF 165 di undang untuk mentraining para guru-guru di salah satu sekolah internasional di batam yaitu SMK N 1 batam.
KETIKA AIR LEBIH HEBAT DARI SEBUAH OBAT (suaramedia.com)
Apakah Anda terbiasa membersihkan luka dengan cairan antiseptik? Sebuah studi mengungkap, mencuci luka dengan sabun dan air mengalir lebih efektif daripada membasuhnya dengan cairan antiseptik.
Bila anak terjatuh saat bermain sepeda, biasanya orangtua langsung mencari antiseptik atau mengoleskan krim antibiotik pada luka. Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa air dan sabun adalah obat terbaik untuk menyembuhkan luka gores atau luka ringan.
Studi melibatkan 191 pasien usia enam bulan hingga 18 tahun yang dirawat akibat infeksi kulit di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore, Maryland, antara 2006 dan 2009.
Studi tersebut awalnya bertujuan membandingkan seberapa cepat dua antibiotik mengobati infeksi kulit. Namun, studi itu justru menemukan bahwa membersihkan luka di bawah keran air mengalir akan mempercepat proses penyembuhan.
Dalam waktu seminggu, 95 persen dari mereka pulih sempurna, terlepas dari antiseptik yang mereka terima. Para peneliti menyimpulkan, rahasia sukses penyembuhan terdapat pada proses pembersihan luka, bukan antiseptik yang digunakan.
Caranya :
Pertama kali luka dibersihkan dengan air mengalir, kemudian dicuci dengan sabun, lalu dibilas lagi dengan air dan selanjutnya dikeringkan dengan handuk bersih yang menyerap air.
Penulis utama penelitian, Dr Harun Chen, mengungkap pembersihan dan pengeringan pada area infeksi membuat penyembuhan lebih cepat dan mengurangi infeksi persisten.
Dr Chen menambahkan, menjaga luka selalu bersih menjadi dasar pengobatan infeksi kulit. Namun, beberapa tahun belakangan para dokter telah meresepkan antibiotik yang lebih mahal dan memicu risiko terjadinya resistensi obat.
Pediatrik Dr George Siberry mengatakan, "Banyak dokter berasumsi bahwa antibiotik selalu diperlukan untuk infeksi bakteri, tetapi ada bukti yang menunjukkan hal itu tak diperlukan," katanya seperti dimuat Daily Mail.
Agar lebih valid, peneliti menyatakan perlu ada studi lanjutan untuk membandingkan pasien dirawat menggunakan plasebo maupun yang menggunakan antibiotik disertai pembersihan dan pengeringan luka.
Para peneliti menyimpulkan bahwa rahasia sukses penyembuhan luka adalah pembersihan dan perawatan yang tepat, bukan antibiotik.
"Kabar baiknya adalah kami tidak memberikan antibiotik, tapi hampir semua infeksi kulit sembuh sepenuhnya dalam waktu seminggu. Kabar baik lagi ternyata penyembuhan luka berteknologi rendah, seperti pembersihan, pengeringan dan menjaga area yang terinfeksi tetap bersih, membuat penyembuhan lebih cepat," jelas penulis utama penelitian, Dr Harun Chen, seperti diberitakan Dailymail.
Dalam penelitian ini diteliti 191 anak berusia 6 bulan sampai 18 tahun yang dirawat karena infeksi kulit di Johns Hopkins Children's Center di Baltimore, Maryland, antara tahun 2006 dan 2009.
Dari jumlah tersebut, 133 anak terinfeksi bakteri MRSA, yaitu strain virulen yang tidak merespon terhadap kebanyakan antibiotik. Sisanya mengalami infeksi kulit yang sederhana dengan strain non-resisten terhadap bakteri.
Obat Patah Hati (Yahoo.co.id)
Perceraian, putus dengan pacar, atau perpisahan dengan orang terkasih memang sangat menyakitkan, bahkan kerapkali memunculkan krisis identitas.
Pernahkah Anda merasa sangat rapuh sejak berpisah dari pasangan? Atau, mungkin Anda menjadi sering bertanya siapa Anda dan apa yang akan Anda lakukan setelah berpisah dengannya.
Percayalah, Anda tidak sendiri. Sebuah artikel yang ditulis Slotter pada Journal Personality and Social Psychology melaporkan, biasanya orang akan memiliki pandangan yang 'kelabu' tentang dirinya sendiri setelah mengalami perpisahan. Mereka kerapkali susah mengganti 'kita' menjadi 'saya,' saat berbicara tentang diri mereka.
Saat hubungan berakhir, orang cenderung ingin berubah dan melepaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan mantan pasangan.
Semakin besar komitmen yang ditinggalkan, maka semakin besar pula keinginan untuk berubah saat hubungan berakhir. Namun, hal ini justru yang sering mengakibatkan stres berkepanjangan dan menghambat 'proses pemulihan' saat perubahan-perubahan tersebut tidak mengubah apapun.
Wanita lebih sulit untuk mendefinisikan pandangannya kembali dibandingkan pria. Hal ini yang membuat mereka terlihat sangat rapuh.Wanita merasa tidak ada yang sebanding dengan sakit hati yang ia rasakan sehingga pikiran dan logika terfokus dengan mencari cara untuk bangkit.
Lalu, bagaimana menangani stres karena krisis identitas setelah perpisahan? Berikut tips dari Dr. Jeanette Raymond seperti dilansir laman Yourtango.
1. Ceritakan tentang perpisahan Anda pada orang lain. Namun, jangan terus mencari kesalahan
'sang mantan' karena hal tersebut hanya akan membuat Anda lebih sakit hati. Dengan bercerita Anda akan mencoba mencari diri Anda dan menganggap cerita pahit tersebut hanya bagian dari pelajaran hidup Anda. Pengalaman bercerita akan menciptakan memori baru, dan membantu memenjarakan memori yang telah terjadi dengan mantan pasangan.
2. Katakan pada teman bahwa Anda yakin telah mengambil keputusan tepat dan telah merencanakan hal baik untuk diri sendiri.
Saat Anda mendengar Anda berbicara dengan penuh percaya diri tentang rencana-rencana hidup, akan terbentuk saraf-saraf baru pada otak yang akan membantu mengatasi rasa takut dan ragu. Memberi pikiran dan energi positif dengan memikirkan langkah ke depan lebih baik daripada hanya menoleh ke belakang dan meratapinya.
3. Diskusikan pro dan kontra yang muncul saat bercerita. Anda akan mengetahui sisi positif dan negatif dari perpisahan sehingga membantu proses pemulihan. Pembicaraan tersebut akan membuka jendela baru untuk membantu Anda melihat dan membangun identitas personal sehingga Anda akan merasa lebih kuat dan percaya diri.
4. Buatlah daftar karakter Anda yang bernilai dan dapat membantu Anda di masa depan. Penghargaan terhadap karakteristik Anda membantu mengetahui posisi Anda dalam hubungan. Selain itu, Anda harus melakukan instrospeksi dan mengubur beberapa aspek dari diri Anda untuk dapat masuk kembali dalam sebuah komitmen.
Buanglah sifat-sifat yang mengakibatkan sebuah hubungan seperti berjalan di tempat. Milliki apa yang Anda miliki dengan kebanggaan. Percayalah bahwa Anda dapat menarik perhatian pria lebih baik.
MANUSIA SEMUANYA SEMPUNA
18 tahun sudah aku menelusuri dan mencari tahu apakah manusia itu semuanya sempurna.
akan tetapi pencarianku berhenti sudah di hari minggu tanggal 21 - 03-2010.
Dihari tersebut aku tak kuasa menahan cinta dari sang ilahi.
Dan telah kutemukan semua jawaban pertanyaanku tadi.
Sampai aku dapat berkata kalau
"IYA KITA ITU ADALAH MAKHLUK TUHAN YANG DICIPTAKAN PALING SEMPURNA".
hanya manusia yang dapat memotivasi diri sendiri.
hanya manusia yang dapat menggunakan otak mereka sendiri.
hanya manusia yang dapat berkonsentrasi.
hanya manusia yang dapat menggunakan keseluruh hawa nafsunya.
hanya manusia yang dapat mengumpulkan manusia yang lain hingga jumlahnya tak terkira.
dan bahkan Manusia dapat menghentikan seluruh gerakan alam semesta jika iya mau menggunakan seluruh otak yang dia miliki.
Jadi jangan pernah percaya kalau ada manusia lain yang bilang tak ada manusia yang terlahir sempurna. seseorang yang dinilai cacat pun sebenarnya dia mempunyai kelebihan yang sangat luar biasa. jika iya mau menggunakan keseluruh otaknya. Sayang seribu sayang, manusia hanya mau menggunakan 5 % dari otaknya.
kudapat semua jawaban itu setelah ku baca cerita kehidupan nabi Muhammad yang sebenar-benarnya. Nabi Muhammad adalah salah satu dari sekian manusia yang telah mencapai kesempurnaan dalam menggunakan ke seluruh fungsi otak. Beliau dapat membelah bulan, menghentikan siang, melihat malaikat, melihat masa depan. Semua itu juga tak lepas dari kekuasaan Allah yang maha dasyat. dialah yang mampu membelah atom menjadi atom yang lebih kecil, dan keseluruh ciptaannya juga sangat sempurna.
jadi NIKMAT YANG MANA LAGI YANG ENGKAU DUSTAKAN .
ingatlah 5 PERKARA SEBELUM 5 PERKARA.
DEMI MASA, SESUNGGUHNYA MANUSIA DI DALAM KERUGIAN.
KECUALI YANG BERIMAN DAN YANG BERAMAL SOLEH.
Chairul Yakin Ekonomi RI Kalahkan Jepang 2030 (yahoo.co.id)
Pengusaha Chairul Tanjung optimistis Indonesia bisa mengalahkan kekuatan ekonomi Jepang pada 2030. Bahkan, dia meyakini Indonesia bakal menjadi negara maju di urutan kelima dalam dua dekade lagi.
"Pada 2030 urutan kekuatan ekonomi terbesar di dunia adalah China, Amerika Serikat, Uni Eropa, India dan Indonesia," ujar bos Grup Para, Chairul Tanjung dalam sebuah diskusi di Jakarta Senin 29 Oktober 2010..
Kenapa Indonesia bisa menggeser kekuatan ekonomi Jepang?
Kata Chairul, salah satu keunggulan Indonesia dibanding Jepang adalah faktor demografi yang lebih baik. Pada 2030, negara Matahari Terbit itu akan lebih banyak diisi oleh orang tua, sedangkan Indonesia justru didominasi oleh penduduk usia produktif.
"Kalau orang tua makin lama makin tua, negara akan lebih banyak membiayai seperti pensiun dan masalah kesehatan, sedangkan uang untuk pertumbuhan ekonomi lebih sedikit," kata Chairul.
Sedangkan, pada 2020, Chairul memperkirakan Indonesia akan menjadi negara maju di urutan ke-9. Pada saat itu, total penduduk Indonesia mencapai 268 juta yang terdiri dari 134 juta laki-laki dan 134 juta perempuan. "Usia produktif 136 juta atau (51 persen)," kata dia.
Sebelumnya, lembaga keuangan asing, yakni Standard Chartered Bank sudah memperkirakan pada 2030, ekonomi Indonesia akan mengalahkan Jepang. Pada tahun itu, Indonesia menempati peringkat ke lima negara terbesar, sedangkan Jepang peringkat ke enam.
Dalam laporan khusus Stanchart berjudul "The Super-Cycle Report", Indonesia mulai menjadi negara bersinar yang semula menempati peringkat ke-28 pada 2000, bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi ekonomi dunia dalam dua dekade mendatang.
Berada di posisi kelima, kata Stanchart, Indonesia akan tampil mendampingi China, Amerika Serikat, India dan Brazil.
PEMBAHASAN LAILATUL QADAR DENGAN SAINS (BY:mkaruk@yahoo.com)
Ini ada artikel bagus (sekitar Sep 2008) tentang Lailatul Qadar yang bersumber dari karya Rajendra Kartawiria, Quranic Quotient Centre. Sebagian isi buku ini kemudian dipublikasikan di internet oleh Aulia Muttaqin dan beberapa sumber lainnya.
Manfaatkan malam Ramadhan untuk memperluas ilmu dan membangun keyakinan
Mengapa Ramadhan?
Dalam Islam kita mengenal adanya 4 bulan suci, yaitu Dzulka’idah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Ramadhan yang berarti panas pun tidak termasuk sebagai bulan suci. Mengapa Ramadhan dipilih untuk puasa sebulan penuh?
happy birth day to LJF 165!!! ohhh currently we get older
Sebelum kita membahas tentang anak-anak indigo, alangkah baiknya kita mengetahui dulu mengenai warna indigo yang dimaksud pada anak-anak indigo. Warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari enerji psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu. Kebanyakan perilaku anak Indigo dapat dipahami dari aspek ini.
Pada JREF, kami menawarkan hadiah satu juta dolar kepada siapa saja yang dapat menunjukkan, dalam kondisi pengamatan yang tepat, bukti dari setiap paranormal, supernatural, atau kekuatan atau kejadian gaib. The JREF tidak melibatkan diri dalam prosedur pengujian, selain membantu untuk merancang protokol dan menyetujui kondisi di mana ujian akan berlangsung. Semua tes yang dirancang dengan partisipasi dan persetujuan dari pemohon. Dalam kebanyakan kasus, pemohon akan diminta untuk melakukan tes awal yang relatif sederhana dari klaim, yang jika berhasil, akan diikuti dengan uji formal. Awal tes biasanya dilakukan oleh asosiasi JREF di situs tempat tinggal pemohon. Setelah sukses dalam proses pengujian awal, pemohon "" menjadi "penggugat."
Sampai saat ini, tak seorang pun telah lulus tes awal.
| Written by Jeff Wagg | ||
| Thursday, 30 October 2008 12:10 | ||
|
Pikir Ulang! Millatfacebook atau Milatfacebook?
Mike Tyson Umroh (sabili.co.id)
Sultan Abdul Hamid II: Sang Pembela Sejati Palestina (republika.co.id)
Sejak zaman Kesultanan Turki Utsmani, bangsa Israel sudah berusaha tinggal di tanah Palestina. Kaum zionis itu menggunakan segala macam cara, intrik, maupun kekuatan uang dan politiknya untuk merebut tanah Palestina.
Di masa Sultan Abdul Hamid II, niat jahat kaum Yahudi itu begitu terasa. Kala itu, Palestina masih menjadi wilayah kekhalifahan Turki Utsmani. Sebagaimana dikisahkan dalam buku Catatan Harian Sultan Abdul Hamid II karya Muhammad Harb, berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding Kesultanan Turki Utsmani, agar mereka dapat memasuki Palestina.
Pertama, pada 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada Sultan Abdul Hamid II, untuk mendapatkan izin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab Sultan dengan ucapan ''Pemerintan Utsmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diizinkan menetap di Palestina''. Mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.
Kedua, Theodor Hertzl, Bapak Yahudi Dunia sekaligus penggagas berdirinya Negara Yahudi, pada 1896 memberanikan diri menemui Sultan Abdul Hamid II sambil meminta izin mendirikan gedung di al-Quds. Permohonan itu dijawab sultan, ''Sesungguhnya Daulah Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri''.
Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 Agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Utsmaniyyah. Karena gencarnya aktivitas Zionis Yahudi akhirnya pada 1900 Sultan Abdul Hamid II mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal di sana lebih dari tiga bulan, dan paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait.
Andalusia dan Spanyol Islam
Perubahan Persepsi dari Perang Salib
![]() There is enough information in one DNA molecule to fill 1000 books. This is encoded in the DNA seen in the picture. All of a person's features are encoded in an alphabet symbolised in the letters A,T,C and G. |
Kerajaan Ottoman
Semua yang diuraikan sejauh ini menunjukkan bahwa kita tidak pernah bersentuhan dengan “ruang tiga dimensi” dari kenyataan, dan bahwa kita menjalani seluruh hidup di dalam benak kita. Menyatakan yang sebaliknya berarti menganut kepercayaan takhayul yang dijauhi oleh nalar dan kebenaran ilmiah, sebab dengan cara apapun kita tidak bisa memeroleh hubungan langsung dengan aslinya dunia luar. Ini membantah anggapan utama filsafat materialis yang melandasi teori evolusi anggapan bahwa materi itu mutlak dan abadi. Anggapan kedua filsafat materialistik adalah bahwa waktu itu mutlak dan abadi—anggapan yang sama takhayulnya dengan yang pertama.
Kesan tentang Waktu
Yang kita kesani sebagai waktu sebenarnya sebuah cara membandingkan satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Hal ini bisa dijelaskan dengan sebuah contoh. Misalnya, ketika menepuk sebuah benda, seseorang mendengar suara tertentu. Ketika menepuk benda yang sama lima menit kemudian, ia mendengar suara lagi. Mengira bahwa ada jeda di antara dua suara, ia menyebutnya “waktu.” Namun, pada saat mendengar suara kedua, suara pertama yang didengarnya tak lebih sekeping kenangan dibenaknya, sekadar sepotong informasi di bayangannya. Orang merumuskan kesan “waktu” dengan membandingkan peristiwa yang dialaminya dengan peristiwa di dalam ingatannya. Jika pembandingan ini tidak dilakukan, ia tidak akan memiliki kesan waktu sama sekali. Serupa itu, penghuni sebuah ruangan membuat perbandingan ketika melihat seseorang masuk melalui sebilah pintu dan duduk di kursi bertangan di tengah ruangan. Pada saat si tamu duduk di kursi, citra-citra yang terkait dengan peristiwa-peristiwa ia membuka pintu dan berjalan menuju kursi disusun sebagai potongan- potongan informasi di benak. Kesan waktu terjadi ketika orang membandingkan antara orang yang duduk di kursi dan potongan-potongan informasi yang dikenang itu. Singkatnya, waktu muncul sebagai hasil pembandingan informasi yang disimpan di otak. Jika orang tak memiliki ingatan, otaknya tak dapat membuat tafsiran-tafsiran sedemikian sehingga ia tak akan pernah membentuk konsep waktu. Orang menetapkan bahwa dirinya berumur 30 tahun hanya karena ia telah menimbun di benaknya informasi yang terkait dengan masa 30 tahun itu. Jika ingatannya tidak ada, maka ia tak akan bisa berpikir tentang masa sebelumnya itu dan hanya akan mengalami satu “peristiwa” di mana ia sedang menjalaninya.
Penjelasan Ilmiah tentang Kekekalan
Masalah ini dapat dijelaskan dengan mengutip berbagai penjelasan ilmuwan dan cendekiawan di bidang ini. Tentang gagasan waktu yang mengalir mundur, François Jacob, seorang cendekiawan terkenal sekaligus profesor genetika pemenang Nobel, menyatakan yang berikut di dalam bukunya Le Jeu des Possibles (Permainan Kemungkinan):
Film-film yang diputar mundur memungkinkan kita membayangkan sebuah dunia dengan waktu mengalir mundur. Sebuah dunia dengan susu memisahkan diri dari kopi dan melompat keluar cangkir untuk mencapai periuk susu; dengan tembok-tembok memancarkan berkas-berkas untuk dikumpulkan di sebuah sumber cahaya, bukan sebaliknya; sebuah dunia dengan sebutir batu melompat ke telapak tangan seorang laki-laki lewat erjasama menakjubkan tak terhitung tetesan air yang melonjak bersama-sana. Namun, di dalam dunia berwaktu terbalik dan berciri-ciri yang berlawanan, proses-proses otak kita, dan cara ingatan kita menyusun informasi, akan sama-sama bekerja mundur. Hal ini juga benar bagi masa lalu dan masa depan, walau dunia akan tampak bagi kita persis sebagaimana adanya saat ini.
Karena otak kita terbiasa ke urutan tertentu peristiwa, dunia tidak bekerja seperti dijelaskan di atas. Kita mengira bahwa waktu selalu mengalir maju. Akan tetapi, ini sebuah putusan yang diambil di otak dan, karena itu, bersifat relatif. Nyatanya, kita tidak pernah dapat mengetahui bagaimanakah waktu mengalir—atau bahkan benarkah waktu mengalir! Inilah karena waktu bukan suatu fakta mutlak, tetapi hanya semacam kesan. Bahwa waktu itu sebuah kesan juga dibenarkan Albert Einstein dalam Teori Relatifitas Umumnya. Di dalam bukunya The Universe and Dr. Einstein (Alam Semesta dan Doktor Einstein), Lincoln Barnett menulis:
Bersama-sama dengan ruang mutlak, Einstein membuang konsep waktu mutlak—tentang sebuah aliran waktu semesta yang tetap, tak berubah, tak terhentikan, yang mengalir dari masa lalu yang tak hingga ke masa depan yang tak hingga. Banyak keganjilan yang menyungkupi Teori Relatifitas timbul dari keengganan manusia mengakui bahwa rasa waktu, seperti rasa warna, adalah sebentuk kesan. Sama seperti ruang adalah sekadar suatu tatanan yang mungkin dari benda-benda material, maka waktu juga sekadar pengurutan yang mungkin dari peristiwaperistiwa. Subjektifitas waktu paling baik dijelaskan dengan kata-kata Einstein sendiri. “Pengalaman-pengalaman seseorang,” kata Einstein, “tampak bagi kita tersusun di dalam serangkaian peristiwa; di dalam rangkaian ini, kejadian tunggal yang kita ingat tampak terurut sesuai dengan pemilah ‘lebih dulu’ dan ‘lebih nanti’. Karena itu, ada bagi seseorang, waktu saya, atau waktu subjektif. Waktu ini sendiri tidak terukur. Malah, saya bisa mengaitkan angka-angka dengan peristiwa-peristiwa secara sedemikian sehingga angka yang lebih besar dikaitkan dengan peristiwa yang lebih nanti, bukannya yang lebih dulu.
Einstein sendiri menunjukkan, sebagaimana dikutip di dalam buku Barnett, bahwa “ruang dan waktu adalah bentuk-bentuk gerak nurani (intuisi), yang tidak terpisahkah dari kesadaran sebagaimana juga konsepkonsep



