Info Seputar Firewalk
Saya ingin berbagi informasi untuk rekan2 milis. Informasi tentang Firewalk dari berbagai sumber termasuk dari F.I.R.E Insittute (Firewalking Institute of Research anda Education), USA . Mudah2an tulisan ini bisa menjawab keingintahuan anda tentang Seminar Firewalk.
Mungkin anda timbul pertanyaan: Bagaimana sih kok Firewalk itu bisa jadi seminar heboh di seluruh dunia. Bagi yang sudah tahu anggap ini sebagai penyegaran, bagi yang belum tahu, ini bisa jadi tambahan pengetahuan. Saya menulisnya dalam bentuk Tanya jawab, agar mudah mengikutinya. Jadinya agak sedikit panjang, mudah2an bermanfaat.
Dari mana sebenarnya asalnya Firewalk atau jalan di atas bara api?
Tidak ada seorang pun yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan tepat. Karena kenyataannya Firewalk sudah dilakukan secara turun temurun dan menjadi sebuah ritual dan tradisi di beberapa belahan dunia.
* Banyak tradisi kuno dalam berjalan di atas api, sejak ratusan tahun lalu.
* Dulu merupakan inisasi di berbagai suku
* Abad XII perayaan di desa Trasian, Kep. Fiji
* Abad XIX di di Suku Kahuna, Hawai tradisi jalan di atas api. Tujuannya adalah sebagai upacara ritual untuk mengukuhkan para remaja untuk menjadi manusia dewasa. Mereka harus berjalan melalui firewalk dengan tabuhan genderang dan iringan tarian Hawaii.
* Firewalk juga menjadi bagian dari budaya di Banten, ujung Pulau Jawa atau di tempat lain di Indonesia juga.
Kapan awal mula Sejarah Firewalk menjadi bagian dari Seminar motivasi ?
Dari tradisi Firewalk diatas, seseorang yang bernama Tolly Burkan meneliti, kenapa mereka berani jalan diatas api. Kemudian muncullah Firewalk menjadi sebuah seminar, pada tahun 1977 di Amerika oleh Tolly Burkan. Selama 7 tahun Tolly Burkan (TB) melakukan penelitian secara ilmiah, diteliti secara medis dan science. Selama 7 tahun TB banyak melakukan ’Trial and Error’ dengan tujuan untuk menemukan:
* Kayu mana yang boleh dan yang tidak boleh digunakan dalam Firewalk
* Apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam Firewalk
* Syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi supaya dapat berjalan diatas api
* Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam seminar Firewalk
* Cara panduan dalam membantu peserta berjalan di atas api dll.
Dan akhirnya hasilnya di kemas dalam Seminar Firewalk
Selanjutnya Seminar Firewalk dipopulerkan oleh Anthony Robbins mulai tahun 1983 dan juga John Maisel dari Amerika.
Lalu apa bedanya Seminar Firewalk dengan jalan diatas api yang ada di masyarakat Hawaii atau yang di Banten?
Jelas berbeda. Kalau yang di Hawaii atau Banten, itu bisa jadi ada unsur magic atau memiliki ilmu atau kualifikasi tertentu. Sehingga setiap orang biasa tidak bisa jalan diatas api.
Sedangkan Seminar firewalk sudah diteliti dan dipersiapkan atas dasar penelitian ’ilmiah’. Ilmiah di sini maksudnya, setiap orang bisa berjalan diatas api dengan aman, tanpa trik tanpa magic dan cukup menggunakan Subsconscious Reprogramming (Pemrograman bawah sadar).
Lalu apa dasar ilmiahnya berjalan diatas api:
* Kayu bukan penghantar panas yang baik dibandingkan dengan logam atau yg lain
* Ternyata untuk jenis kayu tertentu telapak kaki kita tahan dalam beberapa detik untuk berjalan diatas bara api (berjalan dalam jarak 3-10 meter)
* Telapak kaki memiliki kekuatan dibandingkan dengan kulit yang lain.
* Jika pikiran kita difokuskan pada hal tertentu, maka otak bisa jadi tidak merasakan panasnya api. Bisa dilakukan dengan cara afirmasi (AR menyebutnya Incantation) melalui Subconscious Re-Programming (pemrograman bawah sadar) dsb.
Walaupun secara ilmiah/fisika aman, mengapa orang juga masih takut kakinya terbakar?
Mengapa orang secara emosi masih takut untuk jalan diatas api? Jawabannya: karena dia memiliki referensi yang tidak menyenangkan tentang api. Seseorang kebanyakan tidak punya pengalaman yg baik tentang api. Kita semua selama ini tahu bahwa api itu panas dan bisa membakar tubuh kita. Sehingga secara emosi, tubuh kita bereaksi menolak utk jalan diatas api.
Apa sih tujuan utama Seminar Firewalk?
* Jalan di atas api hanyalah sebuah ’Metafora’ (batu ujian), yang paling penting adalah bagaimana menaklukkan rasa takut.
* Menaklukkan rasa takut sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Karena hambatan terbesar adalah : Rasa Takut dalam upaya mencapai goal yang kita inginkan.
* Firewalk digunakan sebagai magic moment, kita ingat seumur hidup karena kita telah menaklukkan ketakutan terhadap panasnya api.
Kalau begitu siapa yang boleh memandu Firewalk?
Tentu saja Trainer Firewalk yang sudah mendapatkan pengetahuan bagaimana cara & syarat2 memandu Seminar Firewalk. Dan juga memiliki pengalaman dalam mengadakan Seminar Firewalk.
Apakah sang Trainer harus memiliki Sertifikat Firewalk Trainer?
Memiliki Sertifikat adalah sebagai bukti bahwa sang Trainer telah mendapat pengetahuan yang benar tentang Firewalk. Tapi itu bukan sebagai jaminan tentang keamanan firewalk. Seperti yang pernah saya tanyakan pada John Maisel (dari Fire Institute, USA) sewaktu menggelar Seminar Firewalk di Indonesia, beliau mengatakan Tanggung jawab dan Kemampuan Sang Trainer-lah yang menjadi peran utama Firewalk tsb. bisa berjalan dengan baik atau tidak.
Apakah jalan diatas api itu benar2 aman? Lalu kenapa ada yang luka atau terbakar?
Jika Sang Trainer sudah menjalankan prosedur sesuai standar, seharusnya tidak ada yang terbakar atau melepuh. Yang ada hanya kemungkinan terjadinya titik api kecil di telapak kaki. John Maisel atau Anthony Robbins menyebutnya ’Little hotspot’. Apakah mungkin seseorang yg jalan diatas api terkena Little hotspot? Kemungkinan tetap ada walaupun hanya 5-10% orang, Namun Little hotspot tidak berbahaya, biasanya dalam 2-3 hari akan hilang. Yang menjadi titik perhatian bukanlah saya ada luka (little hotspot) atau tidak. Tapi lebih pada keberanian peserta dalam mengalahkan ketakutan dirinya dan melakukan Action.... berjalan diatas api. Ada banyak kesaksian dari peserta yang telah berjalan diatas api, banyak merasakan manfaat sehingga hidupnya telah berubah menjadi lebih baik lagi.
Sejatinya dalam hidup kita pun ada ’little hotspot’ yang jauh lebih beresiko. Seperti : mengalami kerugian usaha, baru saja ditipu teman 50 juta rp, AC mobil rusak & harus diganti, mengalami sakit, kena PHK, putus cinta (hahahahaaa.... ) dll.
Siapa sih yang boleh jalan diatas api?
Menurut FIRE Institute USA, seseorang yg berusia 4 – 80 tahun bisa jalan diatas api. Namun sejauh pengamatan saya, umumnya orang dewasa yg mengikuti. Bolehkah siswa sekolah mengikuti? Saya sendiri pernah memberikan Seminar Firewalk pada dewasa, para guru sekolah, dosen, juga pernah para siswa SMA di Surabaya, Malang, Blitar. Pada Januari ’09 sy juga ada jadwal Firewalk dalam materi Best Camp (3 hari) untuk para guru di Banjarmasin, Surabaya, Gorontalo dan rencana para pengurus OSIS di sekolah Surabaya. Tentu saja kalau usia dibawah 17 th, harus ada persetujuan dari orang tua peserta.
VIVAnews - Berdasarkan sebuah penelitian, pria yang tergolong cerdas cenderung tidak akan mengkhianati pasangan mereka. Ini merupakan hasil sebuah analisis baru yang menunjukkan tren sosial.
Peneliti di sebuah universitas di Inggris menemukan, pria dengan IQ lebih tinggi akan lebih setia pada pasangannya dan selalu menjunjung tinggi nilai monogami dibandingkan pria lain yang IQ-nya tergolong rendah.
Namun, dari hasil penelitian ini, hubungan antara moralitas seksual konvensional dan intelektualitas tidak tercermin pada wanita. Para peneliti tidak menemukan bukti bahwa wanita yang IQ-nya lebih tinggi memiliki sikap sama seperti pria cerdas dengan IQ tinggi.
Pola-pola kesetiaan justru hanya ditemukan dalam diri pria yang diteliti oleh Dr. Satoshi Kanazawa dari London School of Economics pada jurnal yang dipublikasikan di 'Psikologi Sosial Quarterly' edisi Maret.
Sebagai bagian dari studi, Dr. Kanazawa menganalisis dua survei utama AS yang dipastikan sikap sosial dan IQ dari ribuan remaja dan orang dewasa.
Dia menyimpulkan: "Sebagai analisis empiris menunjukkan, pria yang lebih cerdas cenderung lebih monogami dan selalu menjunjung nilai eksklusivitas seksual dibandingkan dengan pria kurang cerdas alias ber-IQ rendah."
Dr. Kanazawa juga mengklaim, korelasi antara kecerdasan dan monogami pada pria memiliki asal-usul dalam perkembangan evolusioner. Menurutnya, eksklusivitas seksual adalah sebuah "evolusi novel" kualitas yang bermanfaat bagi orang-orang di zaman purba, yang diprogram untuk mengetahui tingkat kesetiaan seseorang.
Dunia modern tidak lagi menganugerahkan keuntungan evolusioner untuk orang-orang yang memiliki beberapa mitra seksual, tetapi hanya orang-orang cerdas yang mampu melepaskan beban psikologis spesies mereka dan mengadopsi cara-cara baru berperilaku.
Berdasrkan studi ini "evolusi novel" merupakan kualitas yang lebih umum di kalangan orang-orang dari kecerdasan yang lebih tinggi.
